Top Ad 728x90

Sabtu, 20 Februari 2016

, , ,

Sepuluh Cara Mengatasi Kejang Demam pada Anak

Anda mungkin mengenal istilah kejang demam sebagai penyakit “step” —di mana umum terjadi: kejang disertai demam lebih dari 38◦C. Adapun penyebabnya, bukan oleh kelainan otak, melainkan karena tingginya demam, faktor umur, serta genetik.

Meski begitu, bukan berarti kejang demam tak berbahaya. Dari bentuknya, ada dua jenis kejang demam yang bisa Anda kenali. Pertama, jenis kejang demam sederhana, dengan durasi kurang dari 15 menit, tidak berulang, dan memiliki risiko komplikasi rendah. Kedua, jenis kejang kompleks, dengan durasi lebih dari 15 menit, berulang, dan hanya mengenai satu atau beberapa bagian tubuh. Pada jenis kejang kompleks, risikonya pun lebih tinggi—yakni bisa terjadi epilepsi, penurunan IQ, hingga gangguan neurologis, bahkan kerusakan otak.

Kejang demam sendiri umum terjadi pada anak berusia enam bulan hingga lima tahun. Gejala yang timbul, yakni tubuh tersentak dan kaku, mengeluarkan air liur, muntah, bola mata memutar, bahkan bisa hilang kesadaran. Sebagai langkah antisipasi, berikut adalah sepuluh cara mengatasi kejang demam pada anak.

  1. Pindahkan anak ke tempat aman. Untuk mencegahnya dari risiko berbahaya, pindahkan anak ke lantai atau kasur, dan jauhkan dia dari benda-benda berbahaya seperti saklar listrik atau benda tajam.

  2. Longgarkan pakaian atau lepas pakaian anakuntuk mencegahnya dari sesak napas yang mungkin terjadi.

  3. Miringkan tubuh dengan posisi kepala ke salah satu sisi agar ia tidak tersedak. Di sisi lain, hal ini juga akan memudahkan keluarnya air liur atau muntah.

  4. Bersihkan muntahan dan lendir dari mulut dan hidung, agar tak menggenang dan menyumbat rongga pernapasan.

  5. Berikan pembatas yang lunak di antara gigi atas dan bawah untuk mengurangi risiko tergigitnya lidah. Harus diperhatikan, hindari menggunakan pembatas yang rapuh atau mudah patah.

  6. Ukur suhu, amati, dan hitung durasi kejang. Hal ini untuk memudahkan Anda berikut dokter untuk mengidentifikasi jenis kejang, sekaligus memberikan pengobatan secara tepat. Ukur suhu dengan termometer—bisa dari dubur, ketiak, mulut, kulit, atau telinga. Tidak disarankan mengukurnya dengan perabaan tangan.

  7. Jangan meletakkan atau memasukkan apapun ke dalam mulutnya. Jangan masukkan makanan, minuman, bahkan obat-obatan yang berisiko membuatnya tersedak atau bahkan menyumbat pernapasan.

  8. Kompres anak dengan air hangat untuk membantu penguapan. Hindari mengompres dengan air dingin (air es). Pasalnya, hal ini bisa menyebabkan benturan kuat pada saraf otak karena perbedaan suhu yang ekstrem.

  9. Segera bawa anak ke dokter atau pelayanan kesehatan terdekat untuk penanganan lanjutan, bahkan sekalipun kejangnya sudah berhenti.

  10. Berikan diazepam. Bagi si anak yang sudah memiliki riwayat kejang demam, dokter kerap membekali orangtua dengan diazepam—obat kejang yang diberikan melalui dubur.


Perhatikan instruksinya. Dosisnya haruslah sesuai berat badan, yakni lima miligram untuk berat badan kurang dari sepuluh kilogram, dan sepuluh miligram untuk berat badan lebih dari sepuluh kilogram.

Itulah sepuluh cara mengatasi kejang demam pada anak. Harus diperhatikan pula untuk terus berkonsultasi dengan dokter/tenaga medis untuk penanganan secara maksimal. (ADS)

0 komentar:

Posting Komentar

Top Ad 728x90