Top Ad 728x90

Kamis, 04 Februari 2016

, ,

Potret Pengorbanan Wanita Dalam Film SITI

SITI diambil dari nama tokoh utama dalam film tersebut. Film SITI bercerita mengenai perjuangan hidup Siti, seorang istri, yang menjadi tulang punggung keluarga. Hal itu lantaran Bagus, suaminya, lumpuh akibat kecelakaan saat melaut. Selain harus membiayai hidup sehari-hari untuk suami, ibu mertua dan satu anak laki-lakinya, Siti juga harus menanggung hutang suaminya.

Sehari-hari Siti hanya berjualan peyek di pantai, yang mengambil lokasi di Parangtritis, Jogja. Merasa tidak cukup hanya dengan berjualan peyek, Siti mengambil pekerjaan sebagai pemandu karaoke ilegal pada malam hari. Sesekali ia harus melayani pria genit, pelanggan karaoke.

Permasalahan Siti bukan hanya berkutat dengan si penagih hutang, tetapi juga dengan suaminya. Setiap hari sang suami hanya terbaring di tempat tidur seperti patung hidup. Ia menolak berbicara dengan Siti, dengan alasan yang tidak pernah diutarakan langsung pada Siti. Maka Siti benar-benar sendirian dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ia hadapi setiap hari.

Hidup Siti semakin pelik, saat seorang polisi yang merazia karaoke, tempatnya bekerja, jatuh hati padanya. Gatot, begitu nama polisi tersebut, berusaha meyakinkan Siti untuk menikah dengannya. Apalagi Sri, sahabat Siti, terus menghasut Siti untuk menerima Gatot.

Film dengan predikat Film Terbaik, Festival Film Indonesia (FFI) 2015 ini, menceritakan pengorbanan seorang wanita yang tidak kenal lelah demi cintanya pada keluarga. Logat Jawa yang digunakan hampir sepanjang film, membuatnya menjadi lebih natural. Sementara gambar bergerak yang diambil mengikuti gerak langkah Siti, akan membuat Anda merasa dibawa ke tempat dimana ia berada. Ekspresi dan gerak-gerik natural para pemainnya juga akan membuat Anda turut merasakan keresahan yang mereka rasakan.

Meski tanpa deretan pemain film papan atas, film ini berhasil menunjukkan kualitasnya. Bukan hanya berhasil memenangkan Piala Citra, mereka juga mendapatkan hati di festival film internasional. Beberapa penghargaan yang berhasil mereka raih adalah Best Performance for Silver Screen Award pada Singapore International Film Festival 2014, 9th Warsaw Five Flavours Film Festival 2015 kategori Special Mention, dan Honourable Feature Mention, 19th Toronto Reel Asian International Film Festival 2015.

Meski meraih banyak penghargaan, sayangnya SITI ditayangkan di layar yang terbatas. Di Jakarta sendiri, SITI hanya bisa dinikmati di lima bioskop, yaitu CGV Blitz Grand Indonesia, Cinemaxx FX Sudirman, Plaza Senayan XXI, Pondok Indah 1XXI, dan TIM XXI. Maka, Anda sebaiknya bergegas menonton sebelum film ini turun layar. (RFA)

0 komentar:

Posting Komentar

Top Ad 728x90