Top Ad 728x90

Kamis, 21 Januari 2016

,

Kenali Lebih Jauh Tentang Sianida

Mirna Salihin (27), beberapa waktu yang lalu meninggal mendadak dengan kondisi kejang-kejang dan mulut berbusa, di sebuah kedai kopi. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata penyebab kematiannya adalah racun sianida yang terdapat di dalam kopi yang diminumnya. Terdapat 15 gram sianida di dalam tubuh Mirna, yang sama dengan sianida yang terdapat dalam sampel kopi yang diteliti.

Sianida mungkin awam bagi sebagian masyarakat. Sianida merupakan racun yang memiliki efek mematikan bagi siapapun yang mengonsumsi atau menghirupnya. Sianida dapat berupa bubuk kristal atau gas beracun. Kedua jenis sianida tersebut memiliki efek yang sama bahayanya. Kebanyakan orang tidak dapat mendeteksi adanya sianida di dalam makanan atau minumannya. Hal tersebut lantaran sianida tidak mengubah bentuk makanan atau minuman.

Aroma sianida khas seperti almond. Namun tidak semua penciuman orang dapat mendeteksinya. Anda bisa saja menghirup gas sianida tanpa disengaja, apabila berada di suatu tempat yang udara dan tanahnya sudah tercemar. Sianida akan sangat mematikan bila jumlah yang terpapar lebih dari 50mg. Semakin banyak kandungan sianidanya, maka akan semakin bahaya efek yang ditimbulkan.

Sianida sangat mematikan karena menghambat masuknya oksigen ke dalam sel tubuh. Sehingga sel-sel tubuh menjadi mati dan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Sianida terutama akan langsung merusak sistem saraf pusat, yaitu jantung dan otak. Kedua organ tubuh tersebut merupakan organ tubuh yang paling banyak menggunakan oksigen, sehingga mendapatkan reaksi yang lebih cepat.

Saat tubuh terkontaminasi racun sianida, tubuh akan menunjukkan berbagai gejala. Gejala tersebut di antaranya adalah vertigo, mual muntah, tenggorokan terbakar, sesak napas, lemas, mulut berbusa, hingga kejang. Bila tidak segera ditangani, maka sianida dapat menyebabkan kematian seketika. Banyak pasien keracunan sianida yang tidak dapat tertolong, karena reaksi sianida yang terjadi sangat cepat, sementara pasien berada jauh dari fasilitas kesehatan. Sianida memang sangat membahayakan bagi manusia. Sianida merupakan racun yang banyak digunakan sebagai insektisida, atau fumigasi dan digunakan untuk mengekstraksi emas dan perak di pertambangan. (RFA)

0 komentar:

Posting Komentar

Top Ad 728x90